One Shoot Behind The Scenes
Desa Malitu di daerah Poso pesisir sebagai salah satu desa tertua di kabupaten poso dengan kekayaan alam khas yaitu rotan, kayu, dan gula merah tapi sayangnya tidak didukung dengan akses…
Desa Malitu di daerah Poso pesisir sebagai salah satu desa tertua di kabupaten poso dengan kekayaan alam khas yaitu rotan, kayu, dan gula merah tapi sayangnya tidak didukung dengan akses…
We have been 3 days on location in recording best practices from women experience in Sikola Mombine as women school in Poso. It took alot of energies but also fun…
500 Perempuan dari 10 Kota, 4 Propinsi berkumpul untuk saling menginspirasi” Mari ramaikan dan Ikuti ! JAMBORE PEREMPUAN INSPIRASI 2016 (insipirasi kepemimpinan politik perempuan sebagai aktor perubahan) 26 sd 27…
Perempuan belajar di sikola mombine di Poso sudah di mulai sejak tahun 2009, Pasca konflik horisontal terjadi. Pada perjalanannya para peserta belajar sudah melalukan beberapa praktek cerdas kepemimpinan perempuan di…
Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera menggelar acara inaugurasi atau pengukuhan empat penerima Beasiswa Munir Said Thalib, Selasa lalu (8/12). Acara inaugurasi digelar di Omah Munir, Malang, Jawa Timur, museum…
“Kalau cita-cita sih ya tinggi sekali. Memang cita-cita (saya) ingin mewakili rakyat lah, karena memang selama ini saya melihat masyarakat itu selalu tertindas, apalagi yang miskin” Ibu Hijria, Palu Setiap…
Festival Kelas Inspirasi Banggai yang akan digelar pada tanggal 3 Mei 2015 di lapangan Gelora Luwuk, merupakan ajang pameran foto dan video. Pada kegiatan ini juga Yunita Idol dipastikan hadir…
Palu, Metrosulawesi.com - Sikola Mombine sebuah lembaga sekolah politik perempuan yang dikelola oleh Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Besar (Mubes) untuk memetakan problem-problem pokok yang…

Massa aksi yang tergabung dalam Serikat Perempuan Lembah Palu (SPLP), Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) dan Sikola Mombine Palu (SM) menggelar aksi sandal jepit didepan Polda Sultenga, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (31/12).ANTARA/Fiqman Sunandar
TEMPO.CO, Palu – Bermula dari sandal jepit bermerek “Ando”, prahara pun menyertai kehidupan Anjar Andreas Lagaronda, 15 tahun, pelajar salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Anak pertama pasangan Ebert Nicolas Lagaronda dan Rosmin Largadewa kini banyak menyendiri dan seakan acuh dengan dunia sekeliling. Ini lantaran beban dituduh sebagai pencuri sandal. “Dulu dia sering memperhatikan adiknya, sekarang dia pendiam. Ini yang membuat saya syak wasangka,” ujar ibu Anjar, Rosmin, 50 tahun.
Anjar adalah anak di bawah umur yang tinggal di Jalan Kijang II Utara, Palu Selatan. Dia divonis bersalah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu dan didakwa mencuri sandal jepit merek Ando yang diklaim pelapor Briptu Ahmad Rusdi Harahap sebagai pemilik di sebuah rumah kontrakan di Jalan Zebra IA.
Tapi tuduhan itu ditampik mentah-mentah oleh Anjar. Menurut Anjar, dirinya terpaksa mengakui perbuatan tersebut karena dalam keadaan tertekan dan teraniaya. Ia sempat dipukuli oleh anggota polisi. Maklum, pelapor juga berprofesi sebagai anggota Polri. “Saya ditempeleng, ditendang, dan pukul pakai kayu balok di bagian belakang,” kata Anjar.
Awalnya, orang tua Anjar berusaha agar semua masalah ini bisa selesai dengan jalan damai. Bahkan, orang tua Anjar bersedia mengganti tiga sandal polisi yang diduga hilang. “Semuanya Rp 255.000,” kata Rosmin. “Kami siap menggantikan.”
Belum lagi kesepakatan itu mengendap, orang tua Anjar membatalkan kesepakatan itu. Soalnya, mereka melihat sekujur tubuh anaknya lebam-lebam dan berdarah di bagian kaki. Ibunya lalu menyuruh Anjar membuka baju.