ReferensiA.id- Program Setapak (Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik) yang diinisiasi oleh Yayasan Sikola Mombine mendapatkan dukungan Bupati Tojo Una-una (Touna).

Hal itu dipastikan usai perwakilan Yayasan Sikola Mombine menggelar pertemuan yang dikemas dalam makan malam bersama Bupati Touna bersama Kepala BPKAD Kabupaten Tojo Una-una pada Kamis, 8 Januari 2028 malam.

Dalam kesempatan tersebut, Sikola Mombine memaparkan berbagai program yang tengah dilaksanakan di Kabupaten Touna pada 2026, termasuk Program Setapak yang mendapat dukungan pendanaan dari The Asia Foundation (TAF).

Program Setapak di Kabupaten Tojo Unauna berfokus pada pendampingan dan penguatan program perhutanan sosial, khususnya di Desa Podi dan Desa Sansarino.

Melalui program ini, Sikola Mombine mendorong penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), terutama kelompok perempuan, agar mampu mengelola hutan secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Direktur Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menyampaikan program yang dijalankan sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tojo Unauna.

Ia menegaskan, program ini dapat mempercepat arah pembangunan daerah. “Selain itu, Sikola Mombine juga mendorong adanya insentif melalui alokasi dana desa (ADD) dengan skema Ecological Fiscal Transfer (EFT) bagi desa yang memiliki kinerja baik terhadap perlindungan sumber daya alam,” kata Nur dalam keterangannya, Jumat 9 Januari 2025.

Dia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah lebih dulu menerapkan skema EFT melalui Transfer Anggaran Provinsi Berbasis Ekologi (TAPE) dengan indikator penilaian Indeks Kualitas Lingkungan Hidup IKLH.

Menurutnya, Kabupaten Tojo Unauna merupakan salah satu daerah dengan IKLH tertinggi dan menerima tambahan anggaran berbasis ekologis sebesar Rp200 juta. “Karena itu, Sikola Mombine mendorong agar Kabupaten Tojo Unauna dapat mengadopsi TAKE melalui skema EFT,” jelasnya,

Sementara itu, Program Manager Setapak, Maryam, menjelaskan tujuan skema EFT adalah mendorong pemerintah desa meningkatkan kinerja dengan indikator yang disusun bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati.

Skema ini diharapkan dapat mereformulasi alokasi ADD agar lebih berbasis kinerja ekologis.

Menyambut pemaparan tersebut, Bupati Touna, Ilhan S Lawidu ,menyatakan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan Sikola Mombine, termasuk dorongan penerapan TAKE melalui skema EFT.

“Selama program yang dilakukan bernilai manfaat bagi kemajuan Kabupaten Tojo Unauna, pemerintah daerah akan selalu mendukung penuh,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi kerja-kerja Lembaga sosial masyarakat di Kabupaten Tojo Unauna, termasuk Yayasan Sikola Mombine, yang dinilai mampu membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi-misi pembangunan.

“Kami berharap sinergi antara Sikola Mombine dan pemerintah daerah terus berjalan dengan baik. Dalam waktu dekat, Insyaallah kami akan mengadakan sosialisasi terkait program EFT kepada OPD-OPD terkait, termaksud OPD yang telah direkomendasikan oleh Pak Bupati, serta pascasosialisasi langsung dapat membentuk tim untuk membahas teknis pelaksanaannya,” tutup Nur Safitri Lasibani.

Sumber: Referensia.id

Tinggalkan Balasan