
POSO, Kabar Selebes — Upaya pemulihan kesejahteraan dan reintegrasi sosial bagi eks narapidana terorisme (napiter) atau yang akrab disapa Sahabat Proposoku terus berlanjut di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sebanyak 16 peserta dari Dusun Tamanjeka mengikuti program penguatan ekonomi berbasis budidaya Madu Trigona pada 20–21 Januari 2026.
Kegiatan ini lahir dari kolaborasi strategis antara Lembaga Pengembangan Masyarakat Sipil (LPMS), Yayasan Sikola Mombine, dan The Habibie Center, dengan dukungan penuh dari Sasakawa Peace Foundation.
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan teknis, tetapi fokus pada peningkatan kapasitas kewirausahaan. Melalui kelompok budidaya Madu Trigona, para peserta belajar membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan agar mampu berperan aktif kembali di tengah masyarakat.
Perwakilan LPMS, Budi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah bersama untuk memberdayakan sosial-ekonomi komunitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
“Usaha budidaya madu trigona ini memiliki efek domino bagi keberlangsungan hidup ke depan. Kami memperkuat inisiatif warga Tamanjeka agar mereka bisa berdaya secara mandiri,” ujar Budi saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (21/1/2026).
“Kami menerapkan pendekatan partisipatif agar peserta merasa memiliki usaha ini. Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka, sekaligus memperkuat kohesi sosial dan perdamaian di Kabupaten Poso,” tutur Taufik.
Dusun Tamanjeka yang sempat dikenal sebagai wilayah rentan, kini mulai bertransformasi menjadi sentra ekonomi produktif melalui madu hutan. Transformasi ini menjadi bagian penting dari proses reintegrasi sosial, di mana keberhasilan ekonomi diharapkan mampu menghapus stigma dan mempererat persaudaraan antarwarga.
Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis lokal adalah kunci utama dalam menjaga perdamaian yang permanen di Poso.
Sumber: Kabarselebes.id