Nur Safitri Lasibani
Nur Safitri adalah seorang profesional di bidang tata kelola pemerintahan, pembangunan sosial, dan pengarusutamaan gender, dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun dalam manajemen program, advokasi kebijakan, penelitian, serta pemberdayaan perempuan dan kelompok muda. Berbasis di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Safitri saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine, sebuah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan sebagai aktor perubahan sosial dan politik.
Ia memiliki latar belakang akademik sebagai Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Tadulako dan telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas internasional, seperti Civic Engagement di Portland State University, Sustainable Development Program di Auckland University of Technology, serta pelatihan AGenT oleh KIGEPE Korea.
Dalam perannya sebagai pemimpin organisasi dan manajer program, Safitri berpengalaman dalam merancang, mengelola, dan memantau program peningkatan partisipasi politik perempuan dan anak muda, termasuk melalui proyek Youth and Women in Politics (YOU-WIN). Ia juga dipercaya menjadi Tenaga Ahli Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta pernah menjadi Sekretaris Panelis Debat Pemilu untuk Pilkada Kota Palu.
Selain itu, Safitri aktif sebagai peneliti dalam berbagai studi yang bekerja sama dengan lembaga nasional dan internasional, seperti UN Women, UNFPA, Oxfam Indonesia, dan The Asia Foundation. Ia juga menulis beberapa policy brief terkait pemulihan berbasis gender dan pengembangan ekonomi solidaritas sosial.
Rekam jejaknya diperkuat dengan berbagai penghargaan bergengsi, antara lain 21 Inspiring Peacebuilders (UN Women), Pemenang YSEALI Seed Grant 2023, Best Practice Winner KIGEPE Korea, serta Women Inspiring Award “Tadulako Menginspirasi”.
Dengan keahlian dalam advokasi, penelitian, tata kelola pemerintahan, dan pengarusutamaan gender, Safitri terus berkomitmen mendorong terciptanya kebijakan dan ekosistem yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak muda.
