TRIBUNPALU.COM, PALU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, membuka langsung workshop penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Exit Strategy dari Sikola Mombine dan Arbaiter Samaiter Bund (ASB).

Workshop itu mengangkat program “Penghidupan yang inklusif dan peka risiko bagi penyandang disabilitas dan perempuan yang berada dalam kondisi kehidupan yang rentan”.

Dalam kesempatannya, Nuim Hayat mengucapkan terima kasih kepada lembaga ASB dan Sikola Mombine yang sudah memberikan ruang kepada masyarakat Sigi dengan berbagai program.

Menurutnya, kinerja dari lembaga itu sangat membantu pemerintah Kabupaten, karena tidak semua sektor dapat dijangkau oleh pemerintah.

“Program itu memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Sigi, karena kami yakin tidak semua kerja-kerja di masyarakat bisa dijangkau pemerintah. Terima kasih,” kata Nuim Hayat di atas panggung.

Dia menjelaskan, kegiatan yang dihadiri OPD lingkup Kabupaten Sigi itu dapat memberikan catatan penting dalam workshop kali ini.

“Karena ini sinergi semua pihak, agar nantinya program ini bisa berdampak bagi masyarakat, khususnya perempuan rentan dan penyandang disabilitas,” ujar Nuim.

Diketahui, program itu telah berjalan di Kabupaten Sigi dengan menjaring pendampingan 10 desa.

Dengan program tersebut, Nuim Hayat berharap dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Kabupaten Sigi.

“10 Desa ini bisa menjadi Pilot Project bagi desa yang lain untuk dilakukan pendampingan,” ucap Nuim.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Best Western Kelurahan Birobuli Selatan Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan itu, turut hadir Forkopimda tingkat provinsi serta perwakilan masyarakat dari kaum perempuan dan penyandang disabilitas.

Selain offline, workshop tersebut juga diikuti secara daring oleh Arbaiter Samaiter Bund (ASB), Fasilitas Kerjasama (Fasker) Kemendagri serta Dirjen Bina Pemdes.

Kegiatan tersebut membahas rencana kerja tentang kebutuhan dari Program Pakagasi dengan pemerintah provinsi dan Kabupaten Sigi.

Hal tersebut bertujuan agar program yang dijalankan pemerintah daerah bersinergi dengan kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, rapat kerja tahunan dari Sikola Mombine telah dilaksanakan sebanyak tiga kali, mulai dari 2024 hingga 2026.

Sumber: Tribun Palu

Tinggalkan Balasan