
AMPANA, EKBISTA.COM – Bupati Kabupaten Tojo Una-una (Touna) menyatakan dukungan penuh terhadap Program SETAPAK (Selamatkan Hutan dan Lahan Melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik) serta inisiatif Ecological Fiscal Transfer (EFT) yang diinisiasi Yayasan Sikola Mombine.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dikemas dalam makan malam bersama antara Pemerintah Daerah dan Yayasan Sikola Mombine, yang turut dihadiri Kepala BPKAD Touna.
Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Sikola Mombine memaparkan berbagai program yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026 di Kabupaten Tojo Una-Una, termasuk Program SETAPAK yang didukung pendanaan dari The Asia Foundation (TAF). Program ini difokuskan pada pendampingan dan penguatan perhutanan sosial di Desa Podi dan Desa Sansarino.
Direktur Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menjelaskan bahwa melalui SETAPAK, pihaknya mendorong penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), khususnya kelompok perempuan, agar mampu mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ia menegaskan, program yang dijalankan sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tojo Una-Una sebagaimana tertuang dalam RPJMD.
“Kami melihat program ini dapat mempercepat pencapaian arah pembangunan daerah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Selain SETAPAK, Sikola Mombine juga mendorong penerapan skema Ecological Fiscal Transfer (EFT) melalui alokasi dana desa (ADD) sebagai bentuk insentif bagi desa yang memiliki kinerja baik dalam perlindungan sumber daya alam. Skema ini diharapkan mampu mendorong desa lebih aktif menjaga lingkungan melalui pendekatan berbasis kinerja ekologis.
Nur Safitri menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah lebih dahulu menerapkan skema EFT melalui kebijakan Transfer Anggaran Provinsi Berbasis Ekologi (TAPE) dengan indikator Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Kabupaten Tojo Una-Una sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan nilai IKLH tertinggi dan menerima tambahan anggaran berbasis ekologi sebesar Rp200 juta. Karena itu, ia mendorong agar Tojo Una-Una dapat mengadopsi skema serupa di tingkat kabupaten melalui TAKE.
Sementara itu, Maryam, Program Manager SETAPAK, menjelaskan bahwa skema EFT bertujuan mendorong pemerintah desa meningkatkan kinerja melalui indikator yang disusun bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
“Skema ini diharapkan dapat mereformulasi alokasi ADD agar lebih adil dan berbasis kinerja ekologis,” jelasnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Bupati Touna, Ilham Lawidu menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap seluruh program yang diinisiasi Sikola Mombine.
Ia menegaskan Pemerintah Daerah terbuka terhadap kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat selama program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Selama program tersebut membawa dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Tojo Una-Una, Pemerintah Daerah akan mendukung penuh,” tegas Bupati.
Ia juga mengapresiasi peran LSM, termasuk Yayasan Sikola Mombine, yang dinilai mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Di akhir pertemuan, Nur Safitri menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan mengungkapkan rencana tindak lanjut berupa sosialisasi program EFT kepada OPD terkait.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi EFT kepada OPD-OPD yang telah direkomendasikan oleh Bapak Bupati. Pasca sosialisasi, kami berharap dapat segera membentuk tim untuk membahas teknis pelaksanaannya,” tuturnya.
Sumber: Eksbita.com