
PIKIRAN RAKYAT SULTENG — Wali Kota Palu yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Lingkungan dan Infrastruktur, Moh. Fahri, SE., M.Si., membuka secara resmi kegiatan “Internalisasi Tools Pendataan Disabilitas” di Auditorium Kantor Wali Kota Palu, Jumat (17/07/2026).
Agenda yang diinisiasi oleh Yayasan Sikola Mombine bersama Sasakawa Peace Foundation ini dirancang untuk menyatukan instrumen pendataan demi menyajikan basis data penyandang disabilitas yang valid, mutakhir, dan akurat di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Moh. Fahri menegaskan bahwa parameter kemajuan pembangunan kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari keadilan akses layanan publik bagi kelompok rentan.
Kehadiran data yang presisi dinilai krusial agar intervensi program kerja pemerintah ke depan tepat sasaran.
Melalui program kemitraan bertajuk EMPOWER-IN, kolaborasi ini turut melahirkan Program Penggerak Muda Inklusif Disabilitas Kota Palu.
Program taktis ini berfokus pada perluasan kesempatan kerja serta peningkatan partisipasi aktif kelompok disabilitas dalam pembangunan daerah.
Melalui internalisasi ini, para peserta dibekali pemahaman teknis mengenai alat (tools) pendataan yang nantinya akan diturunkan langsung ke 46 kelurahan dan 8 kecamatan se-Kota Palu.
Sumber: Pikiran Rakyat Sulteng